Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, panic buying adalah aktivitas belanja berlebihan yang diakibatkan karena rasa panik seseorang. Situasi ini biasanya terjadi karena situasi eksternal  yang dianggap penting  sehingga menciptakan rasa panik berlebihan untuk membeli barang-barang dalam jumlah banyak dengan alasan khawatir kehabisan barang contoh pada maret 2020 beberapa masyarakat indonesia berbelanja  masker secara berlebihan karena khawatir kehabisan, masyarakat juga takut tertular virus yang sudah menyebar.

Lalu di pertengahan tahun 2021 masyarakat indonesia memburu banyak susu beruang dan vitamin C sehingga menyebabkan di beberapa toko tidak tersedia dan cepat habis produk tersebut walaupun dijual dengan harga tinggi. Panic buying ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saja namun oleh pemerintah juga.

Berdasarkan yang disampaikan oleh seorang psikolog bernama  Ikhsan Bella Persada , M.Psi, panic buying ini sangat erat hubungannya dengan situasi yang tidak terduga seperti pandemi virus corona.  Individu yang mengalami kondisi ini akan melakukan apapun demi membuat dirinya merasa aman dan tidak dapat berfikir rasional serta kesulitan mengontrol diri.

Ada beberapa dampak dari panic buying

  1. Cemas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa panic buying adalah kondisi yang menimbulkan rasa cemas berlebihan. Dan kecemasan ini tidak hanya terjadi pada satu individu namun bisa menular juga kepada individu yang lainnya, diea yang sudah modern ini kondisi panic buying semakin parah karena adanya sosial media yang dapat memberikan informasi secara cepat dan dipercayai oleh masyarakat padahal belum tahu kebenarannya. Haln ini lah yang mengakibatkan kecemasan berlebihan secara masal.

2. Kekurangan produk tertentu

Kecemasan berlebihan secara masal ini dapat membuat orang rela menghamburkan uangnya demi membeli barang yang dianggap penting dan takut kehabisan seperti sembako, masker, hand sanitizer. Pembelian yang tidak wajar inilah yang akan membuat produk minim atau kosong. Padahal masih banyak yang memang betul-betul membutuhkan dan harus membeli produk tersebut.

3. Pemborosan

Membeli produk secara berlebihan membuat kita jadi boros, uang seharusnya bisa digunakan untuk keperluan lain malah kit hamburkan untuk membeli produk yang tujuannya belum pasti.

Selain itu juga akan membuat produk yang kita beli jadi busuk atau kadaluarsa karena tidak terpakai

4. Inflasi

Dari beberapa sudut pandang masyarakat secara luas dan pemerintahan sebuah negara. Panic buying adalah kondisi yang dapat membuat ekonomi suatu negara mengalami inflasi. Karena banyaknya uang beredar secara cepat, sehingga membuat harga mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Bagi yang memiliki tabungan banyak mungkin masih bisa mengatasi inflasi tapi bagi orang-orang tidak mampu pastinya akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan.

Cara mencegah panic buying:

1. Jangan terburu-buru

Saat orang lain membeli produk secara berlebihan, kitajangan tergesa-gesa untuk mengikutinya. Tenangkan diri dan lihat kondisi sekitar lalu fikirkan apakah kita sangat membutuhkan produk tersebut, jika butuh apakah harus membelinya dalam jumlah yang banyak, jika sedikit saja sudah cukup belilah secukupnya saja.

Lalu ajaklah anggota keluarga lain untuk menenangkan diri dan berfikir secara rasional. Dengan itu kecemasan masal bisa berkurang.

2. Beri waktu toko yang menjual produk untuk melakukan proses distribusi

Jika memang ditoko tersebut mengalami stok minim atau kehabisan, kita tidak perlu khawatir karena toko pasti akan melakukan proses distribusi untuk mengisi ulang stok yang kosong .

3. Membuat list belanja

Untuk memudahkan kita menentukan barang apa saja yang perlu kita beli dan tidak perlu, maka buatlah list belanja. Prioritaskan untuk membeli bahan makanan pokok dan bahan primer seperti alat kesehatan, untuk jumlah yang dibutuhkan dan belilah sesuai kebutuhan.

Seperti pada saat pandemi ini tidak mungkin hanya sebentar saja. Maka berfikirlah secara jangka panjang agar produk yang kita beli tetap bisa dimanfaatkan dan tidak membusuk saat disimpan

4. Berempati

Kita perlu melihat dan memahami kondisi sekitar. Perbesar empati dan tidak mementingkan diri sendiri saja. Ada banyak orang yang ikut merasakan  masa sulit dan bersusah payah karenanya jika kita memiliki dana lebih atau bahan makanan lebih, kita bisa berbagi ke orang yang lebih membutuhkan. Sehingga orang lain merasa terbantu disaat sulitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Awesome Work

You May Also Like