Istilah FOMO pertamakali dikemukakan oleh Dr. Andrew K. Przybylski di tahun 2013, FOMO adalah Fear Of Missing Out, Artinya seseorang takut untuk tertinggal dengan segala hal. FOMO ini memang peristiwa yang berkaitan dengan perasaan yang selalu ingin unggul dan tidak ingin tertinggal orang lain. FOMO ini tidak hanya berpengaruh kepada orang lain yang berada disekitarnya namun berdampak juga pada finansial. Karena itu FOMO ini bersifat rela menghabiskan uang untuk hal-hal yang cenderung tidak penting. FOMO dapat berdampak buruk pada kehidupan, yang merasakannya akan selalu merasa gelisah dan tak tenang.Penderita FOMO sindrom yang membuat orang yakin bahwa setiap momen berharga orang lain tidak boleh dilewatkan.

Dampak dari FOMO

1. Berpengaruh pada kesehatan mental

Ketakutan dan kecemasa akut saja sudah mampu mempengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang. Apalagi kondisi seseorang yang mengalami FOMO dia akan selalu merasa cemas sebab media sosial yang menjadi tolak ukurnya. Seorang FOMO tidak ingin ketinggalan dalam hal apapun oleh karena itu seorang FOMO akan selalu mengikuti trend yang sedang ramai dikalangan masyarakat.

Rasa takut yang dialami ii akan membuat seseorang cepat meraa lelah, kurang konsentrasi dan insomnia atau sulit tidur sesuai kebutuhan. Jika sindrom FOMO ini terus berjalan dalam jangka panjang, maka tubuh akan mengalami gangguan organ dalam mulai dari jantung hingga kardiovaskuler.

2. Dampak buruk pada hubungan sosial

Tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan, FOMO juga mempengaruhi hubungan sosial seseorang. Di era digital yang semakin berkembang tidak ada barier yang menjadi batasan seseorang untuk menjalin hubungan sosial.

Sehingga mengakibatkan kerusakan yang ditimbulkan dari gangguan FOMO bisa semakin besar karena tidak hanya mempengaruhi pergaulan offline tapi online juga.

3. Gangguan Finansial

Tidak dapat di pungkiri lagi, FOMO ini dapat mengakibatkanan permasalahan finansial akibat dari membeli barang yang sedang viral atau semua orang sedang ramai membicarakannya namun bersifat tidak urgent.

Cara Mengatasi FOMO

1.Berusaha untuk mengargai diri sendiri

Ketika kita lebih fokus kepada kekurangan maka cenderung lebih mudah menjadi iri kepada orang lain. Belajarlah menghargai dan menerima diri sendiri  dengan segala kekurangan maupun kelebihan yang kita miliki.

2. Me time

Luangkan waktu untuk membantu orang lain dan lakukan hal-hal yang membuat kita lebih mencintai diri sendiri an berhenti untuk mencari pengakuan orang lain.

3. Tidak harus menjadi sempurna

Ingatlah bahwa tidak ada yang sempurna dalam diri manusia, bahkan orang di media sosial yang terlihat bahagiapun tidak bisa dipungkiri bahwa belum tentu benar benar merasa bahagia dalam kehiduppannya

4. Bedakan antara kebutuhan dan hanya keinginan

Sulit sekali menentukan kebutuhan dan ke inginan saat ini namun bukan berarti tidak bisa, cobalah tulis apa yang harus kita beli dan yang tidak kita harus beli hanya karena mengikuti trend cara ini untuk meminimalisir terjadinya FOMO.

5. Pergilah ke psikolog

Jika rasa cemas akiba FOMO tidak kunjung hilang atau perasaan itu merasa mengganggu kehidupan dan hubugan dengan orang lain segeralah pergi ke ahlinya atau psikolog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Awesome Work

You May Also Like