Imposter Syndrome yaitu istilah pola perilaku seseorang yang sering kali meragukan atau merasa tidak pantas meraih pencapaian dan kesuksesannya sendiri. Imposter syndrome ini merupakan kondisi psikologis, tetapi tidak termasuk dalam gangguan mental.
Orang yang mengalami imposter syndrome lebih cenderung merasa bahwa dirinya tidak secerdas, sekreatif, atau berbakat seperti yang terlihat dan diketahui orang lain. Ia justru merasa setiap pencapaian yang diraihnya hanya disebabkan oleh kebetulan atau keberuntungan semata.
orang yang sedang dalam kondisi ini perasaannya akan merasa takut, bahwa suatu saat nanti jati dirinya akan terungkap dan akan merasa dianggap penipu oleh orang-orang, itu lah sebabnya Imposter Syndrome juga disebut dengan istilah “sindrom penipu”
Tanda-Tanda Imposter Syndrome:
a. Sering meragukan kemampuan diri sendiri
b. Sering mengaitkan kesuksesan dan pencapaian dengan faktor eksternal
c. Tidak mampu menilai kompetensi dan keterampilan diri secara objektif
d. Merasa takut akan gagal suatu hari nanti
e. Merasa kecewa hingga frustrasi ketika tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan sendiri.
Orang yang mengalami imposter syndrome cenderung akan terus memotivasi dirinya untuk terus bekerja keras, bahkan terkadang lebih dari yang diperlukan. Namun, hal ini dilakukan semata-mata agar ia merasa aman dan tidak ada orang yang tahu bahwa dirinya adalah seorang penipu.
Penyebab Imposter Syndrome:
a. Pola asuh orang tua yang sangat mengutamakan prestasi dan pencapaian
b. Lingkungan yang kompetitif
c. Sifat perfeksionis
d. Peran baru, misalnya sebagai mahasiswa atau pekerja
e. Cara Menghadapi Imposter Syndrome
Walau bukan salah satu jenis gangguan mental, imposter syndrome yang dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan Anda mengalami gangguan kecemasan hingga depresi.
Cara Menghindari Imposter Syndrome
- Akui perasaan diri
Langkah pertama untuk menghadapi imposter syndrome adalah dengan menyadari dan mengakui apa yang kita rasakan.
Bisa mulai dengan menuliskan perasaan kita pada buku catatan. mencoba untuk menuliskan semua keraguan dan perasaan tidak mampu yang Anda rasakan secara spesifik, beserta alasan di baliknya.
Hal ini bisa membantu kita menyadari bahwa mungkin keraguan kita sebenarnya tidak berdasar dan kita tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut. - Lawan pikiran negatif
Setiap kali pikiran negatif muncul, cobalah untuk melawan pikiran tersebut dengan positive self-talk, misalnya dengan mengatakan usaha apa yang sudah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan saat ini. Ini bermanfaat untuk menetralkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu kita selama ini. - Bicarakan perasaan kita
Selain menuliskannya, kita juga bisa coba melegakan perasaan dengan bercerita kepada orang-orang yang di percaya, seperti sahabat, keluarga, atau kolega. Mereka mungkin bisa berbagi pengalaman yang serupa atau memberikan Anda sudut pandang yang lebih positif dalam melihat diri sendiri. - Kenali kekuatan dan kelemahan diri
Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri juga bisa membantu Anda menghadapi imposter syndrome. Setelah memahami kekuatan dan kelemahan diri Anda lebih dalam, coba temukan cara untuk mengembangkan kekuatan tersebut dan mengatasi kelemahan.
Dengan begitu, tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk khawatir bahwa kita tidak memenuhi kualifikasi untuk suatu tugas atau peran tertentu. - Akui dan nikmati kesuksesan
Imposter syndrome juga bisa dilawan dengan hal ini. Jadi, setiap kali kita berhasil meraih kesuksesan, biasakanlah untuk mengakui bahwa kesuksesan tersebut adalah hasil dari usaha, kecerdasan, dan keahlian kita.
kita juga bisa merayakan kesuksesan tersebut, misalnya dengan pergi makan bersama teman atau sekadar membeli barang yang di inginkan. Selain itu, berlatihlah menerima pujian dari orang lain, sehingga kita bisa lebih menghargai setiap usaha dan kesuksesan yang kita raih.
Intinya, ingatlah bahwa setiap kesuksesan yang Anda raih memang layak untuk kita dapatkan. Ingat juga bahwa kita berada pada tempat sekarang karena suatu usaha dan keputusan yang kita buat, bukan sekadar karena keberuntungan atau kebetulan semata.
Cobalah untuk menerapkan berbagai cara menghadapi imposter syndrome di atas, tetapi jika keraguan dan kekhawatiran Anda kian mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.